20 Jenis Bahan Kain Dan Sablon Kaos Distro

 jenis bahan kain dan sablon kaos distro

Sebelum membeli kaos distro alangkah baiknya kita mengetahui Jenis bahan kain dan tinta sablon apa yang digunakan. Jangan menyepelekan tentang bahan yang digunakan, salah memilih bahan bisa membuat kaos tidak berumur panjang atau cepat rusak.

Meskipun harga kaos distro dengan kualitas terbaik sedikit mahal tidak membuat produksi distro menurun.

Karena tingginya harga baju distro seimbang dengan kualitas dari bahan kaos distro yang akan kamu dapatkan. Bahan yang digunakan pun merupakan bahan kualitas terbaik.

Jenis bahan kaos distro biasanya dibuat dari bahan cotton. Bahan cotton yaitu bahan kaos yang terbuat dari serat – serat kapas alam yang memiliki karakter bahan pakaian terbaik.

Selain sebagai bahan yang bagus, cotton juga memiliki sifat yang lembut, halus, dingin dan nyaman ketika dipakai sekaligus dapat menyerap keringat sehingga sangat tepat jika digunakan sebagai bahan kaos.

Berikut ini adalah beberapa jenis bahan produk distro yang sering digunakan oleh Merk Clothing di Indonesia.


Jenis Bahan Kain Yang Digunakan Untuk Produk Distro

1. Bahan Cotton Combed

Bahan kaos distro yang pertama dan paling sering digunakan adalah cotton combed. Bahan ini memiliki serat kain yang sangat halus.

Hasil rajutan dengan bahan ini akan tampak lebih rata dan lebih halus. Cotton combed sendiri memiliki beberapa jenis lagi. Dibedakan sesuai dengan gramasi pada mesin rajut yang digunakan.

beberapa jenis tersebut adalah cotton combed 20s, 24s, 30s, dan 40s. Berdasarkan dari angka – angka yang tertera pada gramasi mesin rajut menunjukkan bahwa semakin tinggi angkanya maka semakin halus kainnya dan juga semakin tipis jadinya. Semakin tipis dan semakin halus berarti semakin mahal harganya.

Baca juga 5 Baju Distro Brand Lokal Terkenal dan Ngetren di era 90an

Cotton combed yang sering digunakan untuk membuat kaos distro adalah bahan jenis 24s dan 30s. Sementara untuk jenis cotton combed lainnya biasanya digunakan untuk pakaian tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.

Berikut penjelasan mengenai gramasi atau ketebalan bahan cotton combed.

Benang dengan gramasi 20s berarti memiliki ketebalan kurang lebih 180 – 220 gram untuk setiap meter persegi kainnya.

Untuk benang dengan gramasi 24s berarti memiliki ketebalan sekitar 170 – 210 gram untuk setiap meter perseginya.

Benang dengan gramasi 30s memiliki tingkat ketebalan antara 170-160 gram pada setiap satu meter perseginya.

Sedangkan untuk benang dengan gramasi 40s memiliki ketebalan kurang lebih 110 – 120 gram untuk setiap meter persegi kainnya. Semakin tinggi gramasi semakin tipis kain yang dihasilkan.

2. Bahan Cotton Carded

Bahan yang kedua ini sebenarnya hampir sama dengan bahan cotton combed. Bahan ini juga memiliki gramasi yang bertingar mulai dari 20s,24s, 30s dan 40s.

Hasil gramasi dihitung berdasarkan dengan jumlah benang dan yang ada di mesin rajut. Yang membedakan bahan cotton combed dengan bahan cotton carded adalah segi kehalusannya.

Bahan cotton carded sedikit lebih kasar dari cotton combed. Jika digunakan untuk bahan baju hasilnya sedikit berbeda, permukaan rajutannya kurang halus dan kurang merata.

Bahan yang kedua ini umumnya digunakan untuk bahan kaos distro yang biasa dijual dengan kualitas yang megecewakan karena harganya terbilang sangat murah di bandingkan cotton combed.

kaos dengan bahan cotton carded memang memiliki tekstur kurang halus dan cenderung lebih kasar, berikut perbedaan antara Cotton carded vs Cotton Combed jika kedua bahan di zoom.

bahan kain dan sablon kaos distro


3. Bahan Cotton Viscose atau CVC

Jenis bahan yang baju yang ketiga ini merupakan bahan campuran antara 55% cotton combed dan 45% bahan viscose.

Yang membuat bahan ini menjadi istimewa adalah karena tingkat susut kainnya lebih sedikit dari pada bahan cotton combed. Selain itu bahan ini juga mampu menyerap keringat dengan baik.

4. Bahan Catton Tc (Teteron Cotton)

Jenis bahan ini menggunakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester atau teteron. Bahan ini tidak bisa menyerap keringat dengan baik dan juga terasa lebih panas jika digunakan.

Untuk kelebihan dari bahan ini hanya satu yaitu bahan ini tidak memiliki susut benang sehingga meskipun sudah dicuci berulang kali juga tetap sama ukurannya. Harga dari baju dengan bahan ini juga cukup murah.

5. Bahan Polyester

Bahan ini sudah tidak lagi menggunakan serat kapas alami, namun menggunakan bahan sintesis atau buatan. Bahan buatan dari hasil minyak bumi kemudian dijadikan bahan baju berupa serat fibeer poly.

Bahan ini tidak mampu menyerap keringat sama sekali dan panas jika digunakan. sangat tidak tepat jika digunakan di saat cuaca panas.

Baca Juga : Koleksi Kaos Distro Terbaru dan Original Yang Wajib Kamu Beli

6. Bahan Hyget

Bahan yang satu ini adalah bahan baju yang terbuat dari plastik, Karena memiliki kualitas yang kurang cocok untuk kaos distro bahan ini tidak pernah di gunakan oleh merek clothing.

Baju dengan bahan ini biasanya adalah baju kampanye yang dibuat dalam jumlah yang banyak. Harga jualnya juga sangat murah.

Berikut tadi adalah beberapa jenis kain yang biasa digunakan sebagai bahan baju di distro. Namun kebanyakan merek clothing line di indonesia menggunakan bahan kualitas terbaik, walaupun tidak semuanya.

Faktanya ada saja penjual kaos yang menggunakan bahan cotton carded untuk menekan biaya produksi karena dari sisi harga bahan jenis ini lebih murah dibandingkan bahan cotton combed.

Jadi silahkan lebih selektif sebelum membeli pakaian clothing favoritemu. untuk membedakan jenis kain kamu bisa liat video di artikel 17 Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Kaos Distro

Jenis Sablon yang sering digunakan

Selain mengetahui jenis kain yang biasa digunakan untuk bahan baju, alangkah baiknya jika kamu juga haus mengetahui kualtas sablon dari kaos distro serta bagaimana cara merawat setiap sablon kaos clothing yang kamu punya.

Mungkin untuk saat ini kamu belum begitu memahami jenis sablon yang seperti apa yang bagus, dan segala jenis tentang sablon yang lainnya.

Terlebih lagi jika kamu bukan orang yang berkecimpung di dalam dunia clothing Namun jika kamu ingin membeli baju dengan kualitas baik dan nyaman digunakan kamu harus mengetahui karakteristik sablon.

Yang pertama harus kamu ketahui adalah tentang tinta sablon. Terdapat dua jenis tinta sablon yang sering digunakan kaos yaitu jenis tinta yang berbasis air atau waterbase ink dan tinta berbasis minyak atau solvenbase sering juga disebut plastisol.

Untuk tinta jenis waterbase atau yang berbasis air terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut :

7. Rubber

Tinta sablon rubber merupakan tinta yang terbuat dari bahan utama karet (rubber), Karena terbuat dari karet, jenis tinta sablon ini sifatnya menutup serat kain. Tinta cat rubber kaos ini menghasilkan sifat sablon kaos yang elastis.

sablon rubber kaos distro

Tekstur sablon rubber seperti karet, apabila bahan kain kamu tarik dan renggangkan, disain pada kaos akan ikut tertarik atau melar dan akan kembali kebentuk asli apabila dilepas.

Tinta Rubber digunakan secara khusus untuk sablon pada kain gelap. Digunakan untuk kain gelap karena tinta rubber ini memiliki sifat yang pekat sehingga dapat menutup permukaan kain dengan baik. Tinta ini biasanya digunakan untuk underbase.

Underbase berguna sebagai penutup warna kain sebelum proses penyablonan warna bagian atas. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis dengan dua fungsi kegunaan.

Yang petama adalah tinta rubber white atau tinta dasar. Jenis tinta ini biasanya digunakan untuk mendapatkan warna pastel muda.

Yang kedua adalah tinta rubber color yang biasa digunakan untuk mencampur warna – warna tua. Jika ingin mendapatkan warna putih bersih dan cemerlang bisa menggunakan campuran tinta rubber white dengan pigment berwarna nila atau ungu.

8. Extender

Tinta extender hanya akan menunjukkan hasil yang bagus jika digunakan diatas bahan berwarna putih dan bahan – bahan yang memiliki warna terang. Karena sifat dari tinta ini adalah menyatu atau menyerap dengan bahan.

9. Coating

Tinta transparan ini biasanya digunakan sebagai pelapis setelah sablon supaya mendapatkan hasil sablon yang lebih mengkilap.

Tinta ini memiliki bentuk yang serupa dengan tinta extender transparan, namun tinta transparan memiliki kandungan yang lebih keras dan lebih kuat.

Tinta jenis ini sangat cocok untuk model sablon separasi empat warna, namun harus menggunakan rubber white pada permukaan bahannya terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang bagus.

10. Superwhite

Jenis tinta ini menyerupai tinta rubber, namun jenis tinta ini memiliki dua warna yaitu warna putih dan campuran warna.

Namun sifatnya hampir sama dengan tinta extender yang dapat menyatu dengan bahan kain. Tinta ini juga dapat digunakan di atas bahan dasar berwarna gelap.

Karakter tinta ini meresap ke kain dan mempunyai handfeel yang lembut sedikit agak buram warnanya dikarenakan pantone warna turun sehingga warna agak redup.

Sablon superwhite ketika sudah sering di cuci akan menghasilkan efek vintage dan akan mengeluarkan serat-serat seperti kapas

sablon kaos distro superwhite

contoh sablon superwhite

Tini ini memiliki kelebihan dapat di seterika pada bagian gambar yang ada pada kaos, sablon tidak akan lengket, tidak seperti sablon rubber dan plastisol yang lengket kalau di seterika karena memang mengandung unsur karet dan plastik dalam formulanya .

11. Puff

Merupakan jenis tinta yang ada pada kedua jenis tinta baik tinta underbase maupun tinta plastisol. Tinta model ini membutuhkan pemanasan yang akan mengakibatkan tintanya mengembang sehingga efeknya dapat timbul.

sablon puff bludru kaos distro

contoh sablon puff

foto: garmentprinting.co.uk


12. Discharge

Sablon discharge atau sablon cabut warna adalah sablon yang tintanya menghilangkan warna dari kain pada kaos, dan akan mengganti warnanya sesuai dengan warna tintanya.

Tinta sablon Discharge adalah tinta berbasis air (water based) yang diformulasikan untuk menonaktifkan zat warna yang digunakan pada kain.

Hasil sablon dengan teknik discharge ini sangat lembut jika di raba sablon akan menyatu dengan bahan kain.


sablon kaos distro dischargecontoh sablon discharge


13. Plastisol atau Solvenbase

sablon kaos plastisolcontoh sablon plastisol

foto: malmarc.com

Tinta sablon jenis ini jika di raba akan terasa timbul dan sering digunakan juga untuk menciptakan efek seperti high density.

Jika tinta ini digunakan pada t-shirt akan selalu diberi peringatan "do not iron on design" karena jika bahan menggunakan tinta ini terkena panas akan langsung meleleh.

sablon kaos plastisol

Tinta ini memiliki bahan dasar PVC, harga dari tinta ini juga cukup mahal dan untuk proses pengeringannya juga membutuhkan peralatan khusus dalam prosesnya.

Karena jika menggunakan tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti jenis tinta yang lainnya.

Untuk mengeringkan tinta ini harus memberikan suhu mencapai 160 derajat celcius menggunakan peralatan seperti conveyor curing dan flash curing.

Jika sudah kering tinta ini akan merekat dengan sempurna. Sablon plastisol sendiri memiliki beberapa jenis yaitu

14. Plastisol All Purpose

Adalah tinta transparan yang menyerupai tinta extender pada jenis tinta waterbase. Merupakan tinta yang hanya bisa digunakan pada kain dengan warna putih atau terang.

15. Plastisol High Opasity

adalah tinta yang sifatnya hampir sama dengan tinta rubber, namun jenis ini mempunyai daya tutup yang lebih baik dari pada tinta rubber di bagian permukaan. Tinta jenis ini bisa juga untuk sablon dengan teknik high density.

sablon kaos high density


16. Plastisol Athletic

Merupakan tinta yang memiliki sifat lentur atau elastis. Jenis tinta yang tepat untuk sablon baju dengan bahan polymesh, spandex atau kain yang memiliki motif berlubang – lubang.

17. Plastisol Cork Base

Cork Base Merupakan tinta jenis plastisol yang biasa digunakan untuk jenis sablon high density, hasil akhirnya akan membentuk efek seperti busa atau gabus.

Tinta jenis ini memiliki tingkat kelenturan dan tingkat fleksibilitas yang tinggi. Sehingga sangat tepat jika digunakan untuk sablon di atas bahan dengan tingkat kelenturan tinggi seperti bahan spandex dan reb. Baju yang di sablon dengan tinta jenis ini tidak boleh di cuci dry clean, bleach atau di setrika.

18. Shimmer Gold

Tinta jenis ini di formulasikan untuk menghasilkan warna yang metalik. Tinta model ini bentuknya cukup unik karena bentuknya seperti pasta .

Tinta ini sangat baik jika digunakan untuk heat transfer, baik itu cool peel maupun hot peel. Tinta ini sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton polyester dan kain rayon.

Namun sangat tidak disarankan untuk digunakan pada jenis nylon atau lycra.

19. High Density Clear

Tinta jenis ini memiliki sifat transparan dan akan menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.

20. Wiflex Luna Clear

untuk tinta jenis ini adalah golongan jenis tinta plastisol yang transparan yang tidak dapat terlihat dengan sinar lampu biasa. Warna tinta ini akan muncul jika terkena sinar ultraviolat.

Tinta plastisol bisa kalian lihat langsung pada produk DITZ, karena hampir semua produk DITZ terutama kaos menggunakan sablon Plastisol

Itulah beberapa jenis kain dan sablon yang sering digunakan merek clothing di indonesia.

Kamu harus bisa membedakan setiap bahan dan sablon kaos yang ingin kamu beli agar kaos yang kamu beli tahan lama dan awet ketika digunakan.

Baca juga 25 Tips Rahasia Cara Desain Kaos Distro Beserta Aplikasinya

Bagikan Artikel Ini

cara dan aplikasi desain kaos