5 Baju Distro Brand Lokal Terkenal dan Ngetren di era 90an

Baju distro terbaru koleksi dari brand clothing lokal saat ini menjadi pilihan gaya berpakaian anak muda, Bukan lagi hanya sekedar sebatas gaya berpakaian saja namun juga sudah menjadi sebuah identitas atau pesan yang ingin mereka sampaikan melalui produk brand yang mereka kenakan.

Desain baju yang simpel dan mengikuti tren fashion menjadikan banyak brand lokal semakin diburu generasi milinial.

Jika melihat kembali sejarah, Baju distro sendiri sudah eksis dan booming sejak tahun 90an tepatnya mulai berkembang di kota Bandung.

Tidak heran pada saat awal kemunculannya Bandung menjadi sarangnya penjual baju distro dan brand lokal dengan desain dan konsep yang berbeda beda di setiap brandnya, tidak hanya itu bandung juga menjadi kiblatnya fashion anak muda Indonesia.

Pada awalnya produk yang dijual di distro adalah hanya berupa merchandise-merchandise dari band-band musik independen atau indie yang memanfaatkan toko distro untuk menjual CD, kaos, dan juga merchandise lainnya.

Kemudian diikuti oleh komunitas anak muda yang lain seperti komunitas skateboarding, punk, dan yang lainnya.

Kini jumlah distro dan brand lokal yang ada di Indonesia sudah ribuan dan tidak hanya di Bandung saja. Namun di antara brand-brand yang ada, 5 brand clothing jadul ini masih eksis dari dulu hingga sekarang.

Baca Juga : Koleksi Kaos Distro Terbaru dan Original Yang Wajib Kamu Beli

1. Ouval Research

Ouval Research adalah nama yang wajib disebut ketika berbicara tentang pionirnya brand clothing lokal di Indonesia. Brand ini didirikan tahun 1997 di Bandung yang pada masa awal berkembangnya didukung oleh komunitas skateboarding yang sedang hits di kalangan anak muda tahun 90an.

Sebagai brand clothing lokal, kekuatan Oval Research ada pada desain tentunya. Di mana brand ini mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan anak muda yaitu musik, olahraga, gaya hidup, budaya, kebijakan pemerintah, kekerasan, lingkungan, kemiskinan, dan modernism.

Saat ini, Oval Research yang menggunakan brand RSCH. Brand RSCH sendiri sudah didistribusikan di lebih dari 100 kota besar di Indonesia dan diekspor ke Singapura, Malaysia, Jerman, dan negara-negara lainnya.

2. Unkl347

Brand clothing lokal ini didirikan pada tahun 1996 berdasarkan kecintaan pendirinya terhadap musik, skateboarding, selancar, dan juga desain. Sama seperti Ouval Research dan kebanyakan distro jadul lainnya, Unkl347 juga didirikan di Bandung dan kini bukannya kalah bersaing dengan brand-brand lain yang baru namun justru makin berkembang dan menancapkan akarnya di dunia clothing Indonesia.

Brand ini berkomitmen untuk mengangkat para pahlawan industri Indonesia dengan menggunakan 100% sumber daya yang ada di Indonesia mulai dari produk benang hingga kancing semuanya adalah produk buatan lokal. Tidak hanya bergerak di bidang distro, kini Unkl347 juga berkembang di bidang usaha desain interior, brand untuk papan selancar, bahkan kuliner.

Baca juga : SERING DIPALSUKAN ! Ini 5 Cara Membedakan Brand Clothing Lokal Original dan KW

3. NLS

NLS atau Neo Low Society didirikan tahun 1997 di Bandung dengan nama No Label Stuff. Ketika itu industri distro lokal di Indonesia terutama di Bandung sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Inspirasi desain yang diambil dari NLS untuk produknya juga tidak jauh dari mainstream produk distro yaitu skateboarding, musik dengan aliran punkrock, dan juga budaya urban kekinian yang stylish dan pas dengan gaya hidup anak muda.

4. SKATERS

Skaters adalah brand clothing lokal yang didirikan pada tahun 1992 yang saat itu fokus untuk memproduksi produk clothing dengan gaya yang kental dengan komunitas skating. Namun sekarang, produk Skaters sudah dipadukan dengan gaya street wear sehingga cocok juga untuk dikenakan oleh anak muda yang stylish meski bukan pemain skateboard.

Salah satu kelebihan produk Skaters dibandingkan dengan produk distro lainnya terutama di Bandung adalah clothing dengan kualitas yang bagus, desain yang sporty dan kasual, namun harganya lebih ramah di kantong.

5. PROSHOP

Brand clothing lokal jadul terakhir yang sudah eksis sejak tahun 90an adalah Proshop. Proshop lahir tahun 1996 akhir yang mengusung konsep nilai musik dan juga street-sport mulai dari aliran musik pop, rock, olahraga BMX, dan juga skateboard tentunya.

Proshop dikenal sebagai brand clothing dengan kualitas produk yang konsisten dari dulu hingga sekarang dan jadi senjata mereka untuk bisa bertahan di tengah industri clothing lokal. Saat ini Proshop sudah dikenal secara nasional dengan produk yang dinikmati oleh konsumen di 33 provinsi yang ada di Indonesia.

Range produk Proshop saat ini cukup lengkap antara lain adalah kaos, kemeja, jaket, sweater, tas, boxer, aksesoris, hingga pakaian anak-anak.

Itu dia beberapa merek clothing lokal Indonesia yang terkenal dan ngetren di era 90an hingga sekarang dengan gaya dan konsep desainnya masing-masing. Mana yang produknya paling banyak ada di lemari pakaianmu?

Baca Juga : 17 Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Kaos Distro

Bagikan Artikel Ini

cara dan aplikasi desain kaos