20 Jenis Bahan Kain Dan Sablon Kaos Distro

 jenis bahan kain dan sablon kaos distro

Jangan menyepelekan jenis bahan dan sablon pada kaos, salah memilih bisa membuat kaos distro tidak berumur panjang atau cepat rusak.

Meskipun harga kaos distro dengan kualitas terbaik sedikit mahal tidak membuat produksi kaos distro menurun. Karena tingginya harga baju distro seimbang dengan kualitas dari bahan kaos yang akan kamu dapatkan.

Bagi kamu yang penasaran dengan apa saja sih jenis sablon dan juga bahan kaos yang sering digunakan oleh distro-distro terkenal di Indonesia, pada artikel kali ini kami akan membahasnya secara lengkap dan rinci, disertai perbandingan antara masing-masingnya sehingga kamu akan lebih dapat memilih yang tepat untuk kamu gunakan.

Berikut ini adalah beberapa jenis bahan kaos yang umum digunakan oleh distro terkenal dan juga pemain industri konveksi lainnya, disertai beberapa kelebihan dan kekurangannya.

1. Cotton Combed


bahan kain cotton combed

sumber firelabel.co.uk

Pertama-tama adalah bahan kaos Cotton Combed, yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar dari kamu, karena memang bahan yang satu ini adalah yang paling banyak digunakan, serta aman untuk kulit sensitif karena terbuat dari 100% kapas ( cotton).

Bahan yang sering digunakan kaos distro online satu ini memiliki tekstur permukaan yang halus dan juga kehandalannya dalam menyerap keringat menjadikan Cotton Combed sebagai salah satu bahan kaos terbaik yang ada di pasaran. Cotton combed sendiri memiliki beberapa jenis lagi. Dibedakan sesuai dengan gramasi pada mesin rajut yang digunakan.

beberapa jenis tersebut adalah Cotton Combed 20s, 24s, 30s, dan 40s. Berdasarkan dari angka – angka yang tertera pada gramasi mesin rajut menunjukkan bahwa semakin tinggi angkanya maka semakin halus kainnya dan juga semakin tipis jadinya. Semakin tipis dan semakin halus berarti semakin mahal harganya.


2. Cotton Carded


bahan kaos cotton carded

Bahan yang kedua ini sebenarnya hampir sama dengan bahan cotton combed karena memiliki gramasi yang bertingat mulai dari 20s,24s, 30s dan 40s. Hasil gramasi dihitung berdasarkan dengan jumlah benang dan yang ada di mesin rajut. Yang membedakan bahan cotton combed dengan bahan cotton carded adalah segi kehalusannya.

Bahan cotton carded sedikit lebih kasar dari cotton combed. Jika digunakan untuk bahan baju hasilnya sedikit berbeda, permukaan rajutannya kurang halus dan kurang merata. Bahan yang kedua ini umumnya digunakan untuk bahan kaos distro yang biasa dijual dengan kualitas yang megecewakan karena harganya terbilang sangat murah di bandingkan cotton combed.

kaos dengan bahan cotton carded memang memiliki tekstur kurang halus dan cenderung lebih kasar, berikut perbedaan antara Cotton carded vs Cotton Combed jika kedua bahan di zoom.

bahan kain dan sablon kaos distro


3. Cotton Viscose atau CVC


bahan kaos Cotton Viscose atau CVC

sumber: indiamart.com

Selanjutnya ada bahan Cotton Viscose (CVC) yang merupakan bahan kaos dan pakaian yang terbuat dari campuran antara cotton dengan Polyester sehingga memiliki beberapa kelebihan.

Misalnya pada tingkat keawetannya yang sangat baik dikarenakan adanya campuran Polyester Viscose yang memiliki sifat sintetis dan berasal dari proses kimia, ditambah lagi pada permukaannya yang halus dikarenakan adanya campuran cotton murni di dalamnya.

Selain Cotton Combed dan juga Cotton Carded, jenis kain CVC ini juga sering dianggap sebagai salah satu bahan kaos yang juga umum digunakan sebagai bahan kaos distro.

bahan Cotton CVC mengandung campuran antara 55% cotton combed dan 45% bahan viscose. Yang membuat bahan ini menjadi istimewa adalah karena tingkat susut kainnya lebih sedikit dari pada bahan cotton combed. Selain itu bahan ini juga mampu menyerap keringat dengan baik.


4. Catton Tc (Teteron Cotton)


jenis bahan kaos Catton Tc (Teteron Cotton)

sumber: alibaba.com

Serupa dengan CVC, bahan TC (Teteron Cotton) ini merupakan bahan kaos yang terbuat dari campuran Polyester dengan Cotton atau katun murni, namun bedanya pada TC komposisi dari Polyester lebih banyak dibandingkan katunnya (Umumnya Polyester 65%-Cotton 35%).

Bahan TC sering dikenal sebagai bahan yang kurang adem alias gerah saat digunakan karena tidak terlalu baik menyerap keringat, namun tidak mudah menyusut mesipun dicuci berkali-kali, berbeda dengan bahan-bahan yang dibuat dari 100% kapas murni, serta harga bahan-nya lebih murah dibandingkan harga bahan kaos Cotton Combed ataupun Carded.


5. Polyester


jenis bahan kaos Cotton Polyester

sumber: lesouk.co

Bahan Polyester atau yang sering disebut dengan bahan kaos PE merupakan bahan kaos yang terbuat dari 100% bahan sintetis alias buatan, memiliki harga bahan yang lebih murah dibandingkan katun ataupun campuran, dan umum digunakan untuk kaos-kaos yang diproduksi secara massal.

Ciri khas dari bahan PE ini adalah pada tekstur permukaannya yang kasar serta panas saat digunakan karena tidak dapat menyerap keringat dengan baik, namun awet serta tidak mudah menyusut, dan juga anti jamur dan bakteri.


6. Bahan Hyget


bahan kaos Hyget

sumber Tokopedia

Sama seperti PE, TC, dan CVC, bahan Hyget merupakan bahan kaos yang dibuat dari campuran antara Polyester dan Cotton, namun memiliki ketebalan yang minim alias lebih tipis dibandingkan lainnya.

Warna bahannya lebih mengkilap, tidak mudah kusut, namun sangat gerah alias panas saat dikenakan karena bahan ini sangat buruk dalam menyerap keringat, namun harganya sangatlah murah.

Karenanya, jenis kain ini lebih umum digunakan untuk memproduksi kaos dalam jumlah besar seperti kaos partai ataupun kaos souvenir yang tujuannya untuk dibagi-bagikan kepada banyak orang.

Baca juga Tips Memilih Kaos Distro Bandung Berkualitas Agar Tidak Zonk


7. Pique / Lacoste


bahan kaos pique

sumber indiamart.com

Bahan Pique atau sering disebut juga bahan Lacoste merupakan bahan yang terbuat dari 100% Polyester sehingga tergolong bahan sintetis, namun yang membedakan adalah pada tekstur Pique yang memiliki pori-pori besar apabila dibandingkan bahan sintetis lainnya.

Umumnya bahan kaos ini sering digunakan sebagai bahan kaos polo (polo shirt) alias kaos wangki, yang merupakan kaos berkerah dan juga tebal, serta rajutannya yang tidak serapat bahan pada umumnya.


8. Cotton Bamboo


bahan kaos cotton bamboo

sumber makermountainfabrics.com

Jenis kain yang sedang cukup naik daun ini merupakan campuran antara kapas berkualitas dengan bambu, yang memiliki banyak keunggulan apabila dibandingkan bahan kaos katun yang lebih umum seperti Combed ataupun Carded.

Teksturnya yang halus, handal dalam menyerap keringat sehingga adem saat dipakai, dan juga keunggulan-keunggulan katun lainnya menjadikan Cotton Bamboo sebagai salah satu bahan kaos terbaik yang bisa kamu coba.

Di samping itu bahan kaos ini juga diklaim dapat membantu mengurangi bau badan ataupun bau kaki (apabila dijadikan sebagai bahan untuk kaos kaki) yang disebabkan oleh bakteri dan juga anti terhadap serangan jamur.

Sayangnya ketersediaannya masih sangat langka karena masih jarang dipakai oleh kebanyakan toko tempat membeli kain, dan kalaupun ada harganya masih lumayan mahal.


9. Cotton Supima


bahan kaos cotton supima

sumber supima.com

Bicara tentang bahan kaos terbaik tentunya jenis kain Cotton Supima (Superior Pima) tidak bisa ditinggalkan, karena bahan kaos yang satu ini terbuat dari kapas pilihan berkualitas tinggi dari perkebunan Pima yang terletak di Amerika Serikat.

Semua keunggulan bahan katun juga dimiliki oleh bahan kaos yang satu ini, dan bahkan jauh lebih baik dikarenakan kualitas kapasnya telah banyak diakui sebagai yang terbaik di dunia.

Namun dikarenakan kualitasnya yang tinggi tersebut, ditambah dengan siklus panennya yang jarang dan hanya diambil dari satu perkebunan saja menjadikan harga bahan kaos cotton ini sangat tinggi dan ketersediaannya pun terbatas di pasaran.

Nah itulah beberapa jenis bahan kaos yang sering digunakan untuk kaos distro, Cotton Combed masih menjadi bahan paling populer yang sering di gunakan merek baju branded di indonesia. namun jangan sampai tertipu oleh penjual nakal yang menggunakan bahan Carded atau Polyster, cara membedakan bahan Cotton Combed vs Cotton Carded & Polyster.

Cara membedakan Cotton Combed vs Cotton Carded

sumber: youtube


Cara membedakan Cotton Combed dan Polyster

sumber: youtube


Toko Kain di Indonesia

Lalu, di mana saja tempat membeli bahan kain tersebut? Berikut ini kami akan berikan daftar beberapa toko kain yang ada di beberapa kota besar di Indonesia.


Toko kain Surabaya


Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, tentunya Surabaya memiliki sejumlah toko kain yang berkualitas serta menyediakan beragam jenis kain yang kamu butuhkan.

Beberapa rekomendasi toko kain Surabaya yang bisa kamu coba datangi antara lain adalah sebagai berikut:

1. Toko Sahabat (UD Sahabat) yang berlokasi di Jalan Kertajaya nomor 99,

2. Toko Agung yang berlokasi di Jalan Bratang Raya No. 60,

3. Moro Seneng Textile yang bertempat di Kertajaya,

4. Hana Collection yang ada di Pasar Kembang, Kupang Krajan,

5. Toko kain New Remaja yang terletak di Jl. Kramat Gantung dekat alun-alun Contong,

6. UD Mitra Mulia yang berlokasi di Jalan Bunguran.


Toko kain Jogja


Selanjutnya bagi kamu yang tinggal atau sedang berkunjung ke Jogja, berikut ini adalah beberapa rekomendasi toko kain yang bisa kamu coba kunjungi guna mendapatkan bahan kain berkualitas.

Toko kain Jogja yang kami rekomedasikan antara lain adalah:

1. Parissa, yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo,

2. Raja Decor Textile, yang berlokasi di Jalan Magelang, Tegalrejo,

3. Jogja Liman Store yang terletak di Malioboro,

4. Fabric Store Niagara 1 yang ada di Jalan Kusumanegara No.19, Umbulharjo.

5. Mulia Laksana Fabric Outlet, Jl. HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta


Toko kain Bandung


Setelah Surabaya dan Jogja, berikutnya adalah daftar dari toko kain yang kami rekomendasikan untuk area Bandung, yang memang dikenal sebagai pusat tekstil dan bahan kain dengan harga yang terjangkau.

Beberapa toko kain Bandung rekomendasi kami antara lain adalah:

1. Kawasan Tekstil Cigondewah, Jl. Cigondewah Kidul Blok T 8,9, Cigondewah Rahayu, Bandung Kulon, Kota Bandung.

2. Kenari Fabrics Outler, Jl. Kenari No.14, Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Kota Bandung.

3. Kharisma Textile, Jl. Otto Iskandar Dinata No.135, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung.

4. La Femme Couture, salah satu toko kain terbesar di Bandung, yang ada di Jalan Jendral Sudirman No. 89,

5. Knitto Textile, Jl. Kb. Jukut No.15, Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Kota Bandung.

6. CV. Terang Mulia, Jl. Terusan Pasirkoja No.311-315, Sukahaji, Babakan Ciparay, Kota Bandung

7. Nirwana Factory, Jl. Raya Rancaekek - Majalaya No. 289, Solokan Jeruk,
Bandung


Toko kain Malang


Selanjutnya akan kami berikan daftar toko kain rekomendasi yang ada di kota Malang yang juga merupakan salah satu kota tujuan wisata dan juga pusat kerajinan di Jawa Timur yang sangat terkenal.

Beberapa rekomendasi toko kain Malang yang kami sarankan adalah sebagai berikut:

1. Toko Kain Nur yang terletak di Jalan Muharto No.37, Blimbing,

2. Toko Kain Sinar Jaya yang ada di Jalan Pasar Besar Kloejen,

3. Sinar Mas Textile yang berlokasi di Jalan Zainul Arifin No.109, Kloejen,

4. Citra Textile yang ada di Jl. Syarif Al-Qodri, Kloejen,

5. Borobudur Textile yang terletak di Jl. Pasar Besar, Kloejen.


Toko kain Semarang


Wilayah terakhir yang akan kami berikan daftar rekomendasi toko kain adalah kota Semarang, yang merupakan ibukota dari Provinsi Jawa Tengah, dan termasuk sebagai salah satu kota terbesar di Pulau Jawa.

Daftar toko kain Semarang yang kami rekomendasikan adalah sebagai berikut:

1. Ashok. K Textile yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim, Bangunharjo,

2. Toko Kain Kranggan Jangkrik yang berlokasi di Kranggan,

3. Toko Kain Pesona Indah Semarang di Jalan MT Haryono, Karangturi,

4. Oscar Jaya Abadi, yang berada di Jalan MT Haryono, Purwodinatan,

5. Toko Kain Samudera yang terletak di Krobokan, Semarang Barat.

Apabila wilayah tempat kamu tinggal tidak termasuk ke dalam beberapa daftar yang kami sebutkan di atas, maka kamu juga bisa mengunjungi toko kain terdekat yang ada di sekitar rumah ataupun pusat konveksi dan tekstil yang ada di areamu.

Baca Juga : SERING DIPALSUKAN INI 5 CARA MEMBEDAKAN KAOS DISTRO ORIGINAL


Jenis Cat Sablon yang sering digunakan Di Indonesia


Mengapa penting bagi para pembeli kaos distro murah untuk mengetahui jenis jenis cat sablon ? dengan mengetahui jenis cat sablon yang ada pada kaos kamu dapat lebih mudah untuk membuat perbandingan dalam hal ketahanan, keawetan, dan bagaimana perawatan yang tepat untuk masing-masing jenis cat sablon pada kaos distro kesayangan kamu.

Mungkin saat ini kamu belum begitu memahami jenis sablon yang seperti apa yang bagus. Terlebih lagi jika kamu bukan orang yang berkecimpung di dalam dunia clothing Namun jika kamu ingin membeli baju dengan kualitas yang baik kamu wajib mengetahui karakteristik jenis cat sablon.

nah, mari simak apa saja jenis-jenis sablon yang umum digunakan oleh para pemilik distro, lengkap dengan karakteristik, serta kelemahan dan kelebihan dari masing-masing jenis sablon tersebut.


1. Sablon Rubber


sablon rubber kaos distro

Jenis sablon Rubber adalah salah satu yang paling banyak digunakan oleh para pecinta kaos di tanah air, yang tentunya bukan tanpa alasan, dan bahkan sering dianggap sebagai jenis sablon kaos terbaik dikarenakan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya.

Nama lain yang umum digunakan untuk jenis cat sablon kaos yang satu ini juga beragam, seperti misalnya ada beberapa yang lebih familiar dengan menyebutnya sablon Pasta, kemudian ada juga yang menyebutnya tinta GL, sablon karet (sesuai dengan arti harfiah dari kata "rubber"), dan ada juga yang menyebutnya dengan nama sablon karet GL.

Tekstur cat sablon rubber seperti karet, apabila bahan kain kamu tarik dan renggangkan, disain pada kaos akan ikut tertarik atau melar dan akan kembali kebentuk asli apabila dilepas. cat sablon Rubber digunakan secara khusus untuk sablon pada kain gelap. Digunakan untuk kain gelap karena tinta rubber ini memiliki sifat yang pekat sehingga dapat menutup permukaan kain dengan baik.

Sablon Rubber yang berbahan dasar air ini memiliki varian tinta warna yang beragam, dan juga bisa digunakan pada kaos dengan warna bahan gelap atau bahkan hitam, cepat kering, serta memiliki tingkat elastisitas yang tinggi apabila dibandingkan dengan jenis sablon lainnya.

Sablon Rubber bisa digunakan pada sebagian besar jenis bahan kaos, termasuk yang paling umum digunakan oleh para pemilik distro yaitu bahan Cotton Combed, baik yang 20s, 30s, ataupun untuk yang 40s.

Tentunya jenis sablon ini bukannya tanpa kelemahan ya, dan terutama kelemahan ini akan dirasakan oleh para produsen kaos ataupun yang melakukan proses penyablonan, karena tinta sablon Rubber ini akan mudah menimbulkan kerak pada screen yang digunakan oleh para tukang sablon serta menghasilkan limbah yang lebih besar apabila dibandingkan dengan tinta sablon lainnya.


2. Sablon Plastisol


sablon plastisol

Jenis sablon selanjutnya adalah sablon Plastisol, yang sama seperti sablon Rubber, juga termasuk ke dalam yang banyak digunakan oleh para pemilik distro, dan bahkan disebut juga sebagai tinta sablon dengan standar internasional karena sangat sering dipakai oleh pemain industri konveksi di berbagai belahan dunia.

Bukan tanpa alasan para pemain kaos di seluruh dunia menggunakan jenis sablon kaos yang satu ini, karena memang adanya kelebihan pada sablon Plastisol apabila dibandingkan dengan tinta lainnya seperti kualitas warna yang dihasilkan lebih terang, serta awet dan menempel dengan baik pada bahan kaos sehingga tidak mudah lepas.

Kelamahan yang umum ditemukan dari sablon Plastisol ini adalah biaya tintanya yang mahal, dan juga akan sangat mudah lepas apabila terkena panas dari mesin setrika sehingga perlu berhati-hati saat menyetrika kaos yang memiliki sablon tersebut.


3. Sablon Superwhite


sablon superwhite

Jenis sablon kaos yang satu ini tergolong unik dikarenakan hanya cocok untuk digunakan pada kaos yang berwarna gelap atau hitam saja dan tidak seperti namanya, warna putih yang dihasilkan oleh tinta sablon yang satu ini bisa dibilang agak kurang cerah apabila dibandingkan dengan tinta lainnya seperti rubber, misalnya.

Namun demikian, jenis sablon superwhite dapat meresap dengan baik pada permukaan bahan kaos, serta tidak akan mengelupas walaupun terkena setrika pada bagian yang disablon, dan juga karena warnanya yang agak redup maka sangat tepat untuk digunakan pada kaos yang mengambil tema vintage.


4. Sablon DTG


sablon dtg

Untuk jenis sablon DTG, metode yang dilakukan terbilang unik dibandingkan yang lainnya, karena proses sablon diterapkan langsung pada kaos melalui mesin cetak yang disebut printer DTG ( Direct to Garment).

Hasil serta kualitas dari jenis sablon kaos DTG sangatlah apik, dapat menangani desain yang rumit, serta tanpa ada batasan pilihan warna dan juga pengerjaannya yang jauh lebih cepat dibandingkan sablon manual.


5. Sablon Flocking

sablon flocking

Bicara tentang unik, jenis sablon yang satu ini bisa dibilang juga termasuk ke dalam salah satu jenis sablon kaos distro yang terbilang unik dan bisa menimbulkan kesan premium pada media yang digunakan.

Mengapa demikian? Karena sablon flocking bukan menggunakan tinta sablon pada umumnya tetapi memakai material serbu kertas yang permukaannya halus dan bertekstur seperti beludru.

Sayangnya sablon jenis ini hanya bisa menggunakan satu warna saja dan pilihan warna serbuknya juga terbatas, serta apabila desain yang ingin disablon berukuran besar, sebaiknya jangan menggunakan kaos dengan bahan tipis karena akan membuat kaos menjadi kaku.


6. Sablon Glow in the Dark


sablon glow in the dark

Sesuai dengan namanya, sablon Glow in the Dark memang memiliki satu ciri khas nya sendiri, yaitu mampu terlihat menyala apabila di dalam ruangan gelap atau saat sedang berada di area yang minim cahaya.

Jenis sablon ini juga mampu untuk diaplikasikan pada warna bahan apapun dan tidak terbatas warna cerah atau gelap saja, asalkan pada penerapannya diberikan lapisan tinta sablon putih terlebih dahulu.

Sayangnya sablon Glow in the Dark ini memerlukan perhatian khusus terutama pada saat dicuci ataupun disetrika, karena lapisan fosfor yang menyebabkan sablon menyala sangat mudah untuk luntur dan juga hasil sablonnya terasa lebih tebal dibandingkan lainnya.


7. Sablon Discharge


sablon discharge

Sablon Discharge ini bisa dibilang salah satu jenis sablon kaos distro yang tahan lama dan awet dikarenakan sifat tinta sablon yang meresap hingga menempel dan "menggantikan" warna bahan yang dilapisi sablon. Hasil sablon dengan teknik discharge ini sangat lembut jika di raba sablon akan menyatu dengan bahan kain.

Tetapi jenis sablon ini hanya cocok digunakan untuk kaos dengan bahan non-sintetis seperti Cotton Combed dan tidak bisa diterapkan pada kaos-kaos yang menggunakan bahan non-alami seperti Polyester (PE).

Ada juga beberapa warna bahan yang tidak bisa diganti dengan teknik ini seprti warna biru, hijau, dan juga warna ungu, serta teknik sablon ini juga tidak bisa atau sulit digunakan untuk desain yang memiliki banyak warna.


8. Sablon High Density


Sablon High Density

Jenis sablon kaos menggunakan teknik High Density merupakan salah satu yang paling banyak diminati saat ini dikarenakan sablon yang dihasilkan akan mampu menampilkan efek 3D dan juga efek timbul yang terlihat sangat menawan.

Namun bukan berarti jenis sablon ini tidak memiliki kekurangan dan juga keterbatasan, beberapa diantaranya seperti keterbatasannya dalam menyablon desain full color, tidak bisa disetrika karena mudah meleleh, dan ukuran desain yang dianjurkan maksimal adalah A5 karena apabila di atas itu kaos akan terasa gerah saat digunakan.


9. Sablon Foil


sablon foil

Sejalan dengan namanya, sablon Foil merupakan jenis sablon yang digunakan untuk menciptakan efek metalik dan mengkilap, layaknya permukaan dari kertas aluminium foil.

Teknik sablon ini menggunakan kertas logam yang diitempelkan pada permukaan kaos menggunakan mesin pemanas (press heater) dan sablon yang dihasilkan akan terlihat mewah.

Namun sayangnya keawetan dan perawatan dari jenis sablon kaos ini tidaklah baik dan sangat memerlukan kehati-hatian terutama saat mencuci dan menyetrika permukaan kaos yang dilapisi sablon.


10. Sablon Foam / Puff


sablon puff

Sablon Foam atau yang dikenal dengan Puff Print di skala internasional merupakan jenis sablon kaos distro yang bertujuan untuk memberikan efek timbul pada desain.

Umumnya jenis sablon ini hanya cocok diterapkan pada kaos berbahan katun seperti Cottton Combed dan tidak cocok apabila digunakan pada kaos yang menggunakan bahan Spandex, PE, dan bahan lain yang mengandung Polyester.

Ada beberapa kelemahan dari sablon jenis ini, seperti pemilihan warna yang terbatas karena hanya bisa mencetak warna solid non-gradasi, dan juga warna yang dihasilkan agak kurang tajam, dan sulit menggabungkannya dengan teknik sablon lainnya dalam satu area desain.


11. Sablon Pigmen


sablon pigmen

Untuk pemakaian pada bahan kaos yang berwarna cerah, jenis sablon Pigmen merupakan salah satu yang umum digunakan dikarenakan pada warna tersebut jenis sablon kaos yang satu ini akan dapat meresap dengan sempurna.

Sebaliknya untuk bahan berwarna gelap tinta sablon tidak akan bisa meresap dengan baik, kemudian sablon nya sendiri bersifat kaku dan tidak elastis, serta yang cukup mengganggu adalah sablon ini menyisakan bekas pada kaos ketika luntur.


12. Sablon Glitter


sablon glitter

Kalau tadi kita sudah membahas mengenai beberapa jenis sablon unik seperti sablon Glow in The Dark yang bisa menyala dalam gelap dan juga sablon Foil yang memberikan efek mengkilap, ada satu lagi jenis sablon kaos yang juga umum digunakan yaitu sablon Glitter.

Sesuai namanya, jenis sablon ini akan memberikan efek shiny dan glitter pada permukaan desain sablon yang telah dilapisi dengan butiran-butiran berkilau, serta memiliki beragam varian bubuk warna yang bahkan bisa di gradasi.

Pengerjaan sablon jenis ini mesti dilakukan dengan hati-hati karena apabila tidak maka bubuk glitter tersebut nantinya malah akan mudah rontok pada saat nantinya dilakukan pencucian pada kaos atau pada saat disetrika.


13. Sablon Optical Illusion


sablon optical illusion

Sablon Optical Illusion merupakan jenis sablon yang akan memberikan ilusi optik bagi yang memandang desain tersebut, sehingga kaos akan terlihat lebih unik dan menarik saat dikenakan.

Untuk sablon jenis ini penekanannya adalah pada cara mendesain gambar yang akan disablon tersebut sehingga akan terlihat lebih mengesankan suatu hal yang sebenarnya hanya ada di pikiran kita saja dikarenakan mata kita menganggapnya demikian.


14. Sablon parasit


sablon parasit

Jenis sablon yang satu ini dikhususkan penggunaannya hanya pada media yang berbahan nilon, taslan, ataupun parasit, yang biasanya menggunakan tinta berbasis minyak alias solvent base sehingga dapat lebih mudah menempel pada permukaan. Cat sablon ini biasa digunakan untuk Jaket parasut dan jas hujan.


15. Sablon Kaviar


Sablon Kaviar

Sablon Kaviar atau Sablon Caviar merupakan salah satu jenis sablon kaos distro yang memiliki hasil yang unik, dikarenakan pada jenis sablon ini pada permukaannya akan ada butiran-butiran kecil layaknya telur ikan salmon ( caviar).

Ada beberapa kelebihan dari sablon Kaviar ini, seperti tampilan sablon yang akan terlihat unik dan keren, kemudian tinta yang aman di kulit sekalipun pada kulit yang sensitif, serta limbah yang dihasilkan selama proses penyablonan sangatlah minim.

Sementara kelemahannya adalah pada teknik penyablonan yang membutuhkan ketrampilan serta peralatan ekstra, waktu pengerjaan yang lebih lama dibandingkan yang lainnya, dan juga tidak bisa untuk menyablon dalam full color melainkan hanya satu warna saja.


16. Sablon Chromicolor


Sablon Chromicolor

Sablon Chromicolor merupakan jenis sablon kaos yang dikembangkan oleh produsen tinta sablon Matsui, yang mana salah satu ciri khas dari jenis sablon ini adalah warnanya yang akan menjadi lebih cerah sesaat ketika permukaan diusap dengan tangan atau suatu benda.


17. Sablon Thermoflex


Sablon Thermoflex

Berbeda dengan yang telah dibahas sebelumnya, jenis sablon kaos yang satu ini tidak menggunakan tinta untuk tekstil melainkan menggunakan dengan menempelkan bahan yang disebut flex, yang telah dipotong ( cutting) sesuai desain keinginan, kemudian di-press pada kaos dengan menggunakan mesin pemanas.

Jenis sablon ini mampu dibentuk sesuai keinginan, sama seperti mencetak stiker, dan cocok untuk beragam jenis bahan kaos, serta warnanya akan tahan lama dan tidak mudah luntur.

Namun, sablon Thermoflex ini memerlukan perawatan ekstra hati-hati karena permukaannya tidak bisa disetrika, dan juga pilihan warnanya yang terbatas dan hanya tergantung dari ketersediaan warna dari bahan flex di masing-masing penyedia jasa.


18. Sablon Photopia


Sablon Photopia

Sablon Photopia merupakan jenis sablon kaos yang memiliki ciri khas yaitu warnanya yang akan menyala pada saat terkena sinar matahari, sementara apabila tidak atau sedang berada di dalam ruangan maka warnanya akan meredup.

Ketersediaan tinta untuk jenis sablon yang satu ini sangat terbatas dan bahkan jarang dimiliki oleh penyedia layanan sablon, serta perawatannya membutuhkan perhatian khusus supaya nyala dari tinta tetap terjaga.


19. Sablon Polyflex


Sablon Polyflex

Serupa dengan sablon Thermoflex, jenis sablon kaos yang satu ini juga memanfaatkan bahan flex atau vinyl yang umum digunakan untuk stiker sebagai material utama dari sablon yang ditempelkan menggunakan mesin pemanas ( heat press).

Karenanya, kelebihan dan kelemahan dari jenis sablon Polyflex ini bisa dibilang serupa dengan jenis sablon Thermoflex, yaitu tdak bisa disetrika dan pilihan warnanya terbatas.


20. Sablon Reflektif


Sablon Reflektif

Sablon Reflektif adalah jenis sablon kaos yang mampu menyala saat disinari sinar UV seperti cahaya matahari, sama seperti jenis sablon Photopia yang memiliki karakter serupa.

Sayangnya bahan baku dari sablon ini juga sangat jarang ditemukan sehingga penyedia jasa sablon juga jarang yang mampu menerima pengerjaan pesanan sablon ini, kecuali mungkin apabila kamu membeli dari penjual kaos distro online ataupun offline.


21. Sablon Aspal (Asphalt)


Sablon Aspal

Sablon aspal atau sablon Asphalt adalah jenis sablon kaos yang digunakan untuk menghasilkan warna yang menyerupai warna aspal yaitu hitam keabu-abuan, dan memiliki permukaan yang agak kasar.

Jenis sablon ini umumnya menggunakan cat atau tinta Plastisol, yang pada proses penyablonan menggunakan teknik khusus guna menghasilkan hasil yang menyerupai permukaan aspal tersebut.

Kelemahan utama dari sablon ini adalah pada pilihan warnanya yang sangat terbatas, yaitu hanya warna hitam saja, sehingga tidak memungkinkan untuk desain yang full color atau menggunakan warna selain hitam tersebut.


22. Sablon Plasticharge


Sablon Plasticharge

Kombinasi antara Plastisol dengan teknik sablon Discharge menghasilkan jenis sablon kaos yang dinamakan dengan sablon Plasticharge, di mana tinta atau cat Plastisol dilapisi pada permukaan bahan dengan teknik tertentu sehingga warna tinta akan meresap pada benang.

Dan karenanya jenis sablon ini pun memiliki kelemahan serupa dengan Discharge, yaitu warnanya yang agak memudar serta hanya bisa diaplikasikan pada bahan kaos non-sintetis yang mampu menyerap tinta.


23. Sablon Thermocromic


Sablon Thermocromic

Sablon Thermocromic bisa dibilang sebagai jenis sablon yang memiliki fungsi tersendiri dibandingkan jenis sablon kaos kebanyakan yang biasanya fokusnya hanya pada mempercantik tampilan desain kaos.

Pada sablon ini, tinta dapat mengalami perubahan warna pada saat terjadi perubahan suhu pada media yang dilapisi oleh tinta sablon tersebut, sehingga pada penerapannya dapat digunakan untuk berbagai hal.

Untuk penggunaan di luar kaos, misalnya, tinta ini dapat dilapisi pada desain mug sehingga pada saat mug tersebut diisi air panas nantinya warna desain akan mengalami perubahan.

Begitu pula pada aplikasinya di bidang konveksi, misalnya apabila desain sablon dilapisi pada permukaan bahan pakaian untuk bayi, maka pada saat bayi tersebut mengalami demam atau perubahan suhu, maka warna desain sablon akan berubah sehingga akan dapat dideteksi dengan mudah oleh orang tua.

Sayangnya ketersediaan tinta sablon ini sangat terbatas dan masih jarang tersedia pada penyedia layanan sablon kaos atau pada penjual kaos distro online ataupun offline.

Untuk kamu yang sedang mencari brand lokal ataupun kaos distro harga yang murah dengan kualitas sablon terbaik, maka kamu bisa mencoba produk DITZ yang kami dari tawarkan.

Baca juga : 3 HAL YANG MEMBUAT HARGA BAJU DISTRO ORIGINAL MAHAL

Kami merupakan produsen kaos distro lokal asal Samarinda yang memiliki komitmen tinggi dalam menyediakan kaos berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau, dengan harapan kaos buatan kami akan dapat digunakan oleh berbagai kalangan.

Untuk tanya-tanya dan konsultasi, kamu bisa menghubungi kami melalui fitur chat yang ada di website www.ditzbrand.co.id, ataupun chat kami via Whatsapp di 081351997006.

Itulah beberapa jenis kain dan sablon yang sering digunakan merek clothing di indonesia. Kamu harus bisa membedakan setiap bahan dan sablon kaos yang ingin kamu beli agar kaos yang kamu beli tahan lama dan awet ketika digunakan.

Bagikan Artikel Ini

cara dan aplikasi desain kaos